Holistic Health Series 5: The Magical Herb, Tulsi
“Not all things are spoken, not all things are written, and not all things are even thought about. There are things unspoken, unwritten, and unthought-of- that make life more meaningful.”(Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya, p. 45)
Life journey, 14 April 2026
Sejak kemarin saya gelisah dan marah sekali. Setibanya di
Secret Garden, tempat saya tinggal, saya menemukan tanaman tulsi saya dalam
keadaan tercabut dan terpotong. Saya bertanya dengan nada marah kepada tukang
yang sedang bekerja untuk merapikan pohon-pohon besar yang ada di dalam: “Siapa
yang mencabut tanaman ini, ini adalah tanaman obat dan saya menanamnya dengan
susah payah. Tidak mudah untuk menumbuhkan tanaman ini.”
Akhirnya datang sang mandor yang mengawasi tukang-tukang
tersebut. “Tadi saya yang menyuruh mereka untuk merapikan tanaman di depan
kamar Ibu.”
“Tapi kenapa tanaman tulsi yang ada di dalam pot juga
ditebas dan yang di luar dicabut juga,” saya menjawab dengan nada yang tinggi.
“Kan masih ada sedikit batangnya yang tersisa, Bu.”
“Batang itu tidak akan bisa tumbuh lagi. Asal kalian tahu,
ini adalah tanaman obat saya. Seenaknya saja kalian tebang tanpa izin.”
Kemudian saya melirik sekilas ke dalam Secret Garden, sebuah
temple Durga yang kami gunakan untuk sembahyang. Saya melihat tukang-tukang itu
sedang makan tepat di depan Pratima Ma Durga.
Saya langsung berteriak kencang: “Tempat ini adalah tempat
suci, tempat untuk sembahyang! Kalau kalian mau makan, silakan makan di luar! Tidak
boleh ada yang makan di dalam temple, di dalam kuil!”
“Maaf Bu, kami tidak tahu kalau di dalam tidak boleh
makan.”
Saya hanya geleng-geleng kepala. Entah apa yang dilakukan
oleh si mandor. Padahal saya yakin dia tahu bahwa di dalam itu tidak ada yang
boleh makan. Dasar tolol!
Saya kemudian membuka gerbang dan masuk ke dalam kamar
sambil membanting helm yang ada di tangan saking marahnya.
Secret Garden bukanlah sembarang kuil. Kuil itu adalah kuil
Durga yang dibuat oleh Guruji Anand Krishna, tempat itu adalah semacam paku
alam yang dibangun oleh beliau untuk melindungi area Kuta dan sekitarnya.
Mau tidak mau, saya harus bicara keras sekali dengan tukang-tukang
itu supaya tidak makan di dalam. Memang sih, apa yang bisa diharapkan dari
tukang, jika mereka pintar mereka tidak akan jadi tukang, mereka akan jadi
direktur.
Area Secret Garden, kami hanya gunakan untuk berdoa memuja
Ibu Alam Semesta dalam wujudnya sebagai Dewi Durga. Tidak ada kegiatan lain,
apalagi untuk makan-makan karena akan merusak pola energi yang ada di tempat
ini.
Beberapa bulan lalu, salah seorang teman yang tinggal
menetap di Anand Ashram Ubud sempat berkunjung dan masuk ke dalam Secret Garden
dan bertanya pada saya: “Pola energi di sini sudah berubah, sudah tidak pernah
agnihotra lagi ya.”
Saya mengatakan bahwa sejak awal Covid di tahun 2020,
anak-anak Gurukul tidak pernah datang kemari akibat lock down. Sejak saat itu,
di Secret Garden tidak pernah ada kegiatan agnihotra lagi.
Sahabat tersebut berkata: “Harus agnihotra lagi untuk
mengembalikan pola energinya.”
Alasan lain mengapa anak-anak Gurukula tidak bisa hadir
lagi untuk sembahyang pagi di Secret Garden adalah sekolah tidak punya pegawai
tetap lagi untuk membersihkan area sekolah pada pagi hari. Sejak saat itu,
anak-anak Gurukula dilibatkan untuk membantu membersihkan area sekolah pada
pagi hari. Karena mereka harus bersih-bersih, menyapu, dan mengepel di sekolah,
tidak cukup waktu untuk berangkat ke Secret Garden untuk puja pagi.
Sejak seminggu ini, anak-anak Gurukula mulai bisa puja pagi
dan agnihotra di Secret Garden kembali. Salah seorang sahabat meminta
pegawainya untuk membantu bersih-bersih di sekolah pada pagi hari. Guruji,
terima kasih atas berkah yang tidak terhingga ini.
Soal tanaman tulsi…
Tanaman tulsi bukanlah sembarang tanaman, dalam ilmu ayurveda
(kedokteran timur), Tulsi dikenal dengan istilah “The Queen of Herbs”
atau “Elixir of Life”.
Tulsi adalah ratu dari ramuan herbal dan juga disebut
ramuan kehidupan karena mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, membuat
kita menjadi awet muda dan memperpanjang umur. Nama Latin dari tulsi
adalah Ocimum tenuiflorum atau Ocimum sanctum. Nama
popular dari tulsi antara lain: Tulasi (Sansekerta), holly basil (Inggris), dan
ruku-ruku/kemangi suci (Indonesia).
Kata tulsi sendiri berarti ia yang tidak dapat
dibandingkan. Secara umum, ada dua varian, dua varietas tanaman tulsi yaitu
green tulsi (Rama tulsi) atau Ocimum sanctum dan
purple/dark tulsi (Krishna tulsi/Syama Tulsi) atau Ocimum tenuiflorum.
Dari pengalaman saya sendiri, tulsi yang warna batangnya
ungu lebih sulit untuk ditumbuhkan dan agak “rewel” dibandingkan tulsi dengan
warna batangnya yang hijau. Nah, tulsi yang dibabat oleh tukang-tukang itu
adalah tulsi yang varian ungu, yang saya berproses selama 1 tahun untuk
berhasil menumbuhkannya di depan gerbang. Jadi terbayang kenapa saya marah
sekali, bukan apa-apa, menanamnya sangat susah. Selain itu, tulsi dengan batang
yang berwarna ungu memiliki khasiat yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang
tulsi dengan batang yang berwarna hijau.
Salah seorang teman yang tinggal di One Earth Retreat
Centre pernah bercerita bahwa dia berusaha untuk menumbuhkan tulsi varian ungu
dengan berbagai cara di depan Rumah Sehat Satu Bumi dan sampai sekarang belum
berhasil. Yang bisa tumbuh di sana hanyalah tulsi dengan batang yang berwarna
hijau.
Guruji Anand Krishna sendiri pernah menjelaskan bahwa
tanaman tulsi tidak bisa tumbuh di sembarang tempat jika energi dari tempat itu
tidak bagus. Jadi keberadaan tanaman tulsi di sebuah tempat bisa dijadikan
indicator energi di sebuah tempat/rumah. Jika energinya masih bagus, maka
gampang tumbuh. Jika tidak energinya tidak bagus, maka tidak akan bisa tumbuh.
Dari sisi, ilmu ayurveda (ayu: panjang umur,
veda: pengetahuan, science), tanaman tulsi bisa membantu
menyeimbangkan ketidakseimbangan vata (membantu mengatasi gas berlebih dalam
tubuh), ketidakseimbangan pitta (mengurangi inflamasi/peradangan)
serta ketidakseimbangan kapha (membantu mengatasi lendir dan dahak).
Selain itu, tulsi juga merupakan obat untuk:
1.
Anti-mikroba (termasuk antibacterial:
bakteri, antivirus, antifungal: jamur antiprotozoal:
protozoa sejenis parasite bersel satu, antimalarial: anti malaria, anthelmintic:
parasite dari cacing).
2.
Anti-diarrheal
(mencegah diare), antioxidant, anticataract (mencegah katarak
pada mata).
3.
Anti-inflammatory
(mencegah peradangan), dan anti-diabetic (mencegah diabetes).
4.
Anti-hypercholesterolemia
(mencegah kolesterol tinggi), anti-hypertensive (mencegah tekanan darah
tinggi/hipertensi).
5.
Anti-carcinogenic (anti
kanker), anti-pyretic (mengurangi demam).
6.
Anti-allergic (anti
alergi), anti-asthmatic (anti asma/sesak nafas), anti-tussive
(mengurangi gejala batuk).
7.
Anti-thyroid (mencegah hipertiroidisme, anti-ulcer
(mencegah tukak lambung/luka pada lambung).
8.
Antiemetic
(mengurangi mual), anti-spasmodic (mengatasi kram dan kejang pada saluran
pencernaan dan kemih, anti-arthritic (mengatasi peradangan sendi).
9. Anti
stress, anti-leukoderma (perubahan pigmentasi pada kulit),
dan anti-coagulant (anti pengentalan darah).
Dari sisi kandungan nutrisi, tanaman tulsi kaya akan
vitamin A, vitamin C, mineral seperti: Ca (kalsium), Mg (magnesium), P
(fosfor), Fe (zat besi), K (kalium), serta tinggi protein dan serat. Selain
itu, tulsi mengandung zat besi yang cukup tinggi yaitu 15,1 mg dalam
100 gram daunnya, jadi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin dalam
darah.
Berikut adalah rincian kandungan zat aktif yang ada
pada tanaman tulsi:
Daun dan batang tulsi mengandung berbagai macam senyawa,
termasuk senyawa triterpena seperti asam oleanolat dan asam ursolat,
saponin, flavonoid, serta fenol seperti eugenol.
·
Eugenol memiliki efek analgesik
(pereda nyeri) dan mampu menurunkan kadar gula darah. Senyawa eugenol
merupakan kandungan minyak esensial dari daun tulsi dengan persentase 40-70%.
Selain itu, senyawa eugenol juga ditemukan pada minyak cengkeh, kayu manis dan
pala yang memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba.
·
Asam ursolat telah
terbukti dalam studi laboratorium memiliki efek antiinflamasi, menghambat
pertumbuhan tumor, serta menurunkan kadar gula darah. Senyawa ini
juga terdapat pada tanaman lain seperti lavender, oregano, thyme, cengkeh, dan
kulit apel.
·
Asam oleanolat
adalah triterpena pentasiklik lain yang menunjukkan sifat hepatoprotektif
(melindungi hati), antiinflamasi, dan antitumor dalam model
praklinis.
·
Asam rosmarinat
adalah polifenol dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, yang juga
ditemukan dalam rosemary, lemon balm, dan perilla.
· Ocimumoside
A
dan B adalah glikosida terasilasi yang menunjukkan aktivitas anti-stres
pada hewan percobaan di laboratorium dengan menormalkan perubahan kadar neurotransmiter
dan kortikosteron yang disebabkan oleh stres.
Dalam ilmu Ayurveda, tulsi telah digunakan
sekurang-kurangnya sejak 3000 tahun untuk mengobati gangguan kesehatan
seperti gangguan pernapasan (batuk, pilek, bronkitis, asma), keluhan saluran
pencernaan, penyakit kulit, artritis, gangguan mata, serta sebagai tonik umum
untuk meningkatkan umur panjang.
Selain itu, tulsi juga disebutkan dalam kitab Charaka
Samhita (salah satu teks utama dalam Ayurveda) sebagai “rasayana” –
herbal untuk umur panjang dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Adapun etika untuk memetik daun tulsi sebagaimana
yang diajarkan oleh Guruji Anand Krishna antara lain:
1.
Boleh dipetik antara jam 6 pagi – jam 6
sore.
2. Saat
memetik daun tulsi ucapkan mantra: “Om Namo Narayana”
Untuk penggunaan sehari-hari, kita bisa memanfaatkan daun
tulsi untuk mencegah dan mengobati penyakit dengan cara:
1.
Membuat jus tulsi
Petik 18 lembar daun
tulsi dan tambahkan 400 mL air. Kemudian belder selama 1 - 2 menit dengan
kecepatan rendah. Baik untuk membersihkan darah dan mencerahkan wajah.
Untuk mengatasi batuk,
buat jus tulsi dan tambahkan madu. Untuk mengatasi demam serta menggigil, buat jus
tulsi dan tambahkan madu serta jahe.
2.
Tulsi tea
Petik 7 – 9 lembar daun tulsi
atau sesuai kebutuhan. Rebus daun tulsi dengan air secukupnya dampai warnya
berubah kekuningan. Setelah itu tambahkan irisan jahe pada rebusan tersebut. Pada
saat akan disajikan, tambahkan perasan lemon atau jeruk nipis.
Demikian pentingnya daun tulsi bagi kehidupan kita. Saya
secara pribadi menganjurkan kepada pembaca untuk menanamnya di pekarangan rumah
untuk digunakan sehari-hari. Kesehatan ada di tangan kita, membuat teh tulsi
setiap pagi adalah langkah kecil yang bisa lakukan untuk menjaga kesehatan.
Seperti kata pepatah: “Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Kalau
sudah sakit dan harus berobat, kita akan keluar biaya dalam jumlah yang sangat
besar. “Stay healthy, stay happy. Let’s bring joy to our world, start
with our own health.
Picture courtesy: Tulsi (https://scientificnamea.com/tulsi-scientific-name-uses-benefits-and-types/)
Komentar
Posting Komentar