Postingan

Lukisan Kata & Goresan Pena

Temple of Learning Part 2: Mandala Para Asura

Gambar
Anand Ashram Ubud, 14 Januari 2026 (Makara Sankranti) Hari ini adalah Hari Jadi Anand Ashram yang ke-36. Hari Jadi Anand Ashram kali ini adalah tahun pertama tanpa kehadiran Guruji Anand Krishna. Ya, rasanya tak pernah sama, harus kuakui semua itu. Jujur, rasanya ada yang hilang dan semua itu tidak dapat dipungkiri. Tetapi, life must go on , kehidupan terus berlanjut, meskipun rasanya ada rasa kehilangan yang takkan pernah bisa digantikan oleh apa pun dan siapa pun. Saat berada di Anand Ashram Ubud untuk mengikuti perayaan, saya naik ke Aadi Parashakti Temple , sebuah kuil untuk memuliakan Ibu Semesta dalam wujudnya sebagai Lalita Tripura Sundari . Rasanya begitu hening dan tenang. Ada beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan saya terkait dengan pembahasan buku Yoga Sutra Patanjali karya Guruji Anand Krishna. Pertanyaannya: Apakah mereka yang disiplin mampu untuk berserah diri? Apakah mereka yang tampak disiplin itu sebenarnya orang-orang yang sudah sadar, sudah cerah? Bebe...

Temple of Learning Part 1: Jogjakarta

Gambar
Menelusuri lorong ingatan, memory lane , 13 tahun silam. “Bapak, apa yang harus saya lalukan? Saya bingung, melanjutkan perjuangan saya untuk melamar beasiswa ini untuk keempat kalinya atau mengikuti saran kedua orang tua saya untuk melanjutkan S2 di dalam negeri saja?” Demikian pertanyaan yang saya ajukan kepada mentor saya Bapak Aditya. Beliau berkata: “Bapak rasa tidak ada salahnya kamu mengikuti saran kedua orang tua kamu, dengan catatan kamu mencoba lagi untuk memasukkan lamaran beasiswa itu untuk keempat kalinya. The worst case, kemungkinan terburuk, jika beasiswa kamu tidak diterima, kamu sudah melanjutkan S2 seperti yang kamu harapkan.” Perjalanan untuk meraih cita-cita dan mewujudkan impian tidaklah semudah angan. Semua hal harus diperjuangkan, perlu kerja keras, durian tidak runtuh begitu saja dari langit. Semua membutuhkan keyakinan, ketekunan, kerja keras dan upaya tanpa henti. Pertengahan Juli 2011…. Tugu Jogjakarta Saya memulai perjalanan S2 di Jogjakarta, ...

Mata Pencari Kebenaran

Gambar
Indahnya pancaran mata itu Saat dia menatapku dalam diam Dengan sejuta senyuman penuh makna   Apa maksud dibaliknya? Awalnya tak mampu kupahami   Hingga suatu pagi Sang Bayu berbisik lembut   “Mata itu adalah mata seorang sadhaka*” Mata seorang pencari kebenaran Yang rindu akan jati dirinya   Dari ribuan manusia yang kujumpai Sulit tuk menemukan tatapan mata seperti itu Hanya satu di antara seribu   Dalam tatapan indah penuh makna itu Dia mengingatkanku Akan pencarian penuh derita Dari satu masa kehidupan Menuju masa kehidupan berikutnya   Hingga kemudian Pencarian itu berakhir Setelah Sang Guru menemukanku   Kasih Semoga matamu Senantiasa memancarkan sinar indah Penuh makna dengan sejuta pesona   Semoga engkau Senantisa hidup dalam Cinta Diliputi Cahaya Cinta Mampu berbagi Cahaya Cinta Dengan segenap bentuk kehidupan   Kasih Kumerindu Tatapan indahmu Dalam su...

Kesehatan adalah Kekayaan

Gambar
“Lupakan apa kata para astrolog dan apa yang tertulis dalam bagan kelahiranmu. Semuanya ditakdirkan untuk hidup bugar, sehat, dan bahagia hingga usia 126 tahun, asalkan kau berkontribusi bagi kebaikan dunia. Layani tanpa pamrih! Inilah kunci umur panjang dan hidup sejahtera dalam arti kata sesungguhnya.” (Anand Krishna, In the Footsteps of the Master, hal. 165)   Apa yang sebenarnya menjadi aspirasi terbesar manusia? Tak lain dan bukan adalah kebahagiaan. Selama ini, manusia selalu berpikir bahwa kebahagiaan selalu identik dengan uang, dengan materi. Dalam tradisi Veda kuno, Guruji Anand Krishna menyampaikan bahwa satu-satunya perayaan yang dirayakan dalam waktu yang cukup panjang selama 5 hari adalah perayaan Diwali atau lebih sering dikenal dengan Festival Cahaya. Hal menarik dalam perayaan Diwali adalah rangkaiannya dengan signifikansi spiritual yang menarik. Dalam hal ini, saya akan membahas 1 bagian dari perayaan Diwali sebagaimana dipaparkan oleh Guruji Anand Krishn...

Self-Discipline: Walking Barefoot

Gambar
“Forget what the astrologers say and what is written on your birth chart. You are all destined to live up 126 years, fit, healthy, and happy, as long as you contribute to the betterment of the world. Serve selflessly! That is the key to long life and true prosperity.” (Anand Krishna, In the Footsteps of the Master, page. 165) Can humans really live up to 126 years? Is it possible? With today’s chaotic environment, irregular diets, and unhealthy lifestyles, can we truly age gracefully—without constant struggle and pain? Earthing/Grounding Six months ago, one afternoon after finishing dinner at 5:40 p.m., I took my usual walk around the school’s basketball court. Walking after meals has become part of my daily routine. A senior colleague who happened to pass by said, “Teacher, why don’t you try walking barefoot on the grass instead?” I paused for a moment, then followed the suggestion and began walking barefoot on the grass. I had previously heard from another friend who join...

Self-Discipline: Manfaat Nyeker atau Earthing

Gambar
“Lupakan apa kata para astrolog dan apa yang tertulis dalam bagan kelahiranmu. Semuanya ditakdirkan untuk hidup bugar, sehat, dan bahagia hingga usia 126 tahun, asalkan kau berkontribusi bagi kebaikan dunia. Layani tanpa pamrih! Inilah kunci umur panjang dan hidup sejahtera dalam arti kata sesungguhnya.” (Anand Krishna, In the Footsteps of the Master, hal. 165) Manusia memiliki rentang hidup selama 126 tahun? Mungkinkah? Dengan kondisi lingkungan, makanan, pola makan, pola hidup yang amburadul, bisakah kita menua dengan anggun tanpa perlu beraduh-aduh? Enam bulan yang lalu, pada suatu sore selesai makan malam jam 5.40, saya berjalan berkeliling di lapangan basket sekolah. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk berjalan selesai makan. Salah seorang kawan senior yang kebetulan lewat berkata: “ Teacher , kenapa ga sekalian jalan di lapangan rumput tanpa alas kaki?” Earthing/Grounding Saya berpikir sesaat dan kemudian mengikuti saran teman tersebut untuk berjalan tanpa alas kaki di lap...