Postingan

Vivaha, Parenting, dan Pendidikan Part 3: Kebodohan Suku Beep…

Gambar
Apakah memiliki uang dalam jumlah besar mampu membuat manusia bahagia? Apakah dengan memiliki anak manusia akan bahagia? Apakah perkawinan bisa mendatangkan bahagia?   Daftar pertanyaan di atas bisa ditambahkan sampai dengan nomor urut tidak terhingga. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi, semua hal di atas tidaklah bisa menjamin bahwa manusia bisa menjadi bahagia. Dalam hidup ini, tujuan utama manusia adalah mencari kebahagiaan. Dia berpikir bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal di luar diri, tetapi harapan itu hanya tinggal harapan. Semakin manusia berharap pada keadaan-keadaan di luar diri atau pada seseorang, ia akan selalu diliputi kekecewaan dan duka derita. Dalam kebodohannya, manusia mengejar ilusi, mengejar fatamorgana, ujung-ujungnya dia selalu dilanda rasa kecewa yang tidak berkesudahan. Saatnya berdongeng ria… Alkisah di suatu wilayah yang berada di kaki Gunung Udaya, hiduplah suku Beep… yang sangat terkenal di seantero dunia. Semua mata tertuju...

Ma Archana, My Inspiration

Gambar
Ma Archana sudah tidak lagi bersama kami pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sebuah rasa kehilangan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, berat, terlalu berat bagi kami semua. Terlebih lagi untuk Guru saya sendiri, yang sudah menunjuk Ma Archana untuk menggantikan beliau, kepergian Ma adalah sebuah mimpi buruk di siang hari. Saya tidak pernah melihat Guru saya sepedih dan sesakit itu. Saya bayangkan jika saya berada pada posisi beliau, seorang Guru kehilangan seorang murid yang sangat diharapkan untuk menjadi penggantinya. Seorang ayah yang ditinggalkan oleh putri kesayangannya, hatinya pasti hancur lebur menjadi kepingan-kepingan kecil. Selama 1 tahun sebelumnya, Ma mengalami kanker yang bermula dari perut beliau. Seiring berjalannya waktu beliau mengalami “malpraktek” dan mengalami serangkaian operasi dan treatment yang sebenarnya tidak diperlukan hingga kemudian merusak otak dan paru-paru beliau. Saya bertemu dengan beliau untuk terakhir kalinya pada bulan Desember 2022 di ...

Kamera Ayah

Gambar
Hari ini, tepat pada minggu keempat di bulan Januari 2014, aku genap berusia 30 tahun. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat bagaikan anak panah. Aku telah mengalami begitu banyak hal dalam 30 tahun terakhir. Masih terbayang begitu lekat sebuah peristiwa yang terjadi setahun silam, peristiwa yang merubah segalanya, mengubah duniaku yang begitu kecil. Kepergian ayah mengubah diriku menjadi sosok pribadi yang begitu tegar dalam menghadapi apapun di dalam hidup ini. Aku dibesarkan di sebuah desa kecil yang bernama Kotaraja di daerah Lombok Timur. Ayahku adalah seorang keturunan bangsawan Sasak yang begitu terkenal di desaku. Ayahku adalah seorang pria sederhana yang begitu terbuka yang begitu bertolak belakang dengan kakekku. Kakek tidak pernah menganggap pendidikan itu penting, oleh karena itu ia tidak mau menyekolahkan anak-anaknya untuk meneruskan pendidikan tinggi padahal sebenarnya beliau mampu untuk melakukannya. Mungkin secara umum, kakekku begitu terpengaruh oleh budaya Sasak y...

Having Life Mentor is a Luxury

Gambar
Having Life Mentor is a Luxury… Memiliki seorang Pemandu Hidup adalah sebuah kemewahan… Hubungan dengan seorang pemandu hidup, pemandu spiritual bukanlah hubungan biasa. Hubungan dengan pemandu hidup melintasi kelahiran dan kematian. Dalam perjalanan kehidupan ini, saya terus mencari. Ada sesuatu yang ingin saya temukan, entah apa. Berjalan dari satu bentuk hubungan ke hubungan berikutnya, saya terus mencari. Awalnya, saya mengenal hubungan keluarga. Sejak kecil, saya begitu dekat dengan pakde, nenek dan kakek, mereka lah yang mengasuh dan membesarkan saya. Bagi saya sebagai anak kecil, mereka adalah dunia saya, segala-galanya bagi saya. Setelah mereka tiada, ada rasa kehilangan yang begitu mendalam, rasa duka yang tidak mudah untuk saya lepaskan. Tetapi sungai kehidupan tidak pernah berhenti, kita harus melanjutkan perjalanan hidup, suka, tak suka, bahagia dan derita, kehidupan terus berlanjut… Setelah beranjak dewasa, saya mengenal hubungan dengan lawan jenis, dengan pria. Aw...

Secercah Pendar Senyum

Gambar
“Caring is not necessary love, though love always care.” “Kepedulian tidak selalu karena cinta, kendati cinta selalu peduli.” (Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya, pp. 144) Cinta bersemayamlah di dalam hati ini Warnai hidupku dengan pengabdian Berikan kesempatan kepada diri ini Tuk selalu melayani panembahMu   Apalah artinya hidup tanpa Cinta Tanpa kepedulian Hidup seperti itu tak bermakna Tak berarti   Cinta Izinkan aku menatap wajahMu Merasakan secercah pendar senyum Pada wajahMu yang berkilau   Cinta Tersenyumlah Jangan palingkan wajah indahMu dariku   Cinta Aku merinduMu Meskipun bertemu Rasa rindu itu masih menderaku tanpa ampun Menyiksa dan merajam hatiku   Cinta Jangan tinggalkan aku TanpaMu Aku takkan pernah ada Hadirku bermakna hanya karena Engkau   Picture courtesy: Javon Swaby (www.pexels.com/photo/person-holding-yellow-black-eyed-susan-flowers-in-bloom-1697912/)

Be my Shiva, Always

Gambar
Gurudev, Mera Koti Pranaam… Sebuah teguran dari Gurudev, saat memposting flyer Expo dan Open House 2024 One Earth School. Untuk tahun ini, Expo bisa dikatakan lebih condong mengikuti program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dari Kurikulum Merdeka. Melihat postingan ini, Guruji mengirimkan teguran kepada kami. Salah saya memang, karena tidak menyertakan approval untuk caption kepada beliau. Langsung main posting begitu mendapat approval untuk flyernya. Tetapi peringatan ini adalah sebuah teguran keras untuk tidak mengikuti hal-hal yang tidak selaras dengan visi misi beliau yaitu One Earth, One Sky, One Humankind . Beliau sudah melangkah jauh ke depan, sudah meninggalkan hal-hal yang “berbau kebangsaan” menuju pada Global Harmony. Ya Guru, terima kasih atas teguranMu, terima kasih atas “surat cintamu”. Semoga kami tidak mengulangi kebodohan ini lagi. Saya bangga dengan visi misiMu pada penerjemahan Vasudhaiva Kutumbakam (One Earth, One Sky, One, Humankind) yang dap...