Postingan

Vivaha, Parenting, dan Pendidikan Part 1: Bibit Bebet Bobot

Gambar
Haruskah seseorang menikah? Haruskah seseorang menempuh jalur vivaha (perkawinan) dalam perjalanan hidupnya? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita cermati dulu tentang tahapan hidup manusia. Dalam psikologi timur yang sudah berusia minimal 5.000 tahun, tahapan perjalanan hidup manusia terbagi atas empat tahapan utama yaitu: 1.      Brahmacharya Ashram “Sebuah masa dalam hidup dari masa kanak-kanak hingga remaja, belajar untuk menemukan potensi dirinya. Tidak berhenti pada tahap penemuan potensi diri saja, ia dibimbing oleh seorang Guru untuk tidak hanya mengembangkan potensi tersebut, tetapi diajarkan untuk menjadi kreatif dan mampu beradaptasi terhadap perubahan. Pada akhir masa pendidikannya, ia diberi gelar Srajanahaar atau sarjana, Sang Kreatif, ia yang mampu menciptakan sesuatu yang baru dan mampu mengungkapkan potensi diri sepenuhnya. Di atas segalanya adalah ia mampu menjadi manusia yang manusiawi.” “Masa ini dimulai dari lahir hingga u...

Labirin Duka Derita Part 8: Bangkitlah Sangram

Gambar
Beberapa hari setelah selesai proses pengambilan video, Sangram mengirimkan sebuah pesan via WA dan meminta kami mengambil ulang video testimoninya. Dia tidak puas dengan hasil rekaman tersebut karena berbicara dengan terbata-bata. Jujur, sebagai seorang teacher, aku pun tidak puas dengan hasil rekaman tersebut dan menyetujui permintaannya. Pada minggu berikutnya, Sangram kembali datang ke Gurukula untuk mengambil rekaman video untuk kedua kalinya. Proses rekaman video berlangsung lebih baik dibandingkan sebelumnya, meskipun kadang pada beberapa kalimat Sangram masih terbata-bata pada saat berbicara. Selesai proses rekaman, aku memanggilnya dan berbicara secara pribadi dengan Sangram. “Sangram, sadarkah kau bahwa sesuatu sedang terjadi padamu? Dulu kau selalu berbicara dengan lugas, tetapi mengapa saat memberikan video testimoni kau bisa berbicara terbata-bata seperti itu?” Sangram terdiam sesaat dan kemudian menjawab: “Teacher, selama ini saya pikir semuanya baik-baik saja. Di K...

Labirin Duka Derita Part 7: Beware, Bad Company

Gambar
Gurudev selalu mengingatkan kami tentang ABC kehidupan, Always Be Careful , dalam setiap langkah yang kita tempuh dalam kehidupan ini. Cerita tentang kejatuhan Sangram tidak berhenti sampai di situ. Cerita tersebut berlanjut sampai 6 bulan setelah Sangram meninggalkan padepokan, meninggalkan gurukula yang telah membesarkan dan memberinya kehidupan. Kota tempat Sangram melanjutkan pendidikan tingginya merupakan salah satu kota besar di Pulau Gondwana. Penduduk kota tersebut dikenal dengan nama Suku Belalai Gajah. Masyarakat Kota Belalai Gajah memiliki karakteristik yang glamor, mementingkan penampilan fisik, materialis baik para pria dan wanitanya, dan angka penderita AIDS-nya mencetak rekor tertinggi di Pulau Gondwana dan di seantero Negeri Terjajah Gaya Baru. Seram… Berdasarkan cerita dari Sangram sendiri, ia adalah salah satu dari empat dari mahasiswa yang tidak merokok di kelasnya dengan jumlah total mahasiswa sebanyak 150 orang. Semua mahasiswa maupun mahasiswinya merokok dan i...

Menjadi Suputra, Bekerja Sambil Kuliah

Gambar
Di Bali, kita seringkali mendengar istilah Suputra. Pertanyaan berikutnya adalah apakah setiap anak yang lahir sudah bisa dianggap suputra? Dalam Bahasa Sansekerta, istilah putra bermakna “ ia yang membebaskan orang tuanya dari beban kewajiban ”. Dengan bekal Pendidikan yang tepat, semestinya seorang anak tamatan high school sudah harus bekerja dan mampu membiayai dirinya sendiri. Jika pun ingin melanjutkan kuliah, ia dapat melanjutkannya sambil bekerja dan tidak lagi menjadi beban kedua orang tuanya. Mengapa menjadi mandiri sedini mungkin sangat penting bagi anak muda? Ada sebuah video menarik dari thewealthysuit yang dapat dijadikan bahan renungan yang dishare oleh Guruji Anand Krihsna: “Sebuah kebohongan besar yang dicekoki kepada kaum muda adalah ketika Anda berusia 18, 19, dan 20 tahun, Anda seharusnya bersenang-senang, have fun . Pada usia tersebut, Anda bisa pergi ke party , melakukan hal-hal yang fun , punya banyak kebebasan dan waktu luang, serta tidak memiliki tanggu...

Acharya Devo Bhava

Gambar
“Hubungan kita dengan seorang Sadhguru adalah murni hubungan jiwa. Tak ada landasan lain. Hubungan-hubungan duniawi berakhir di liang kubur, atau tempat perabuan jasad. Hubungan jiwa tidak pernah berakhir.” (Guruji Anand Krishna, Jatuh, Bangun, Jatuh Lagi dan Bangun Kembali, hal. 149) Makam Bapak Surya Hadi, My Mentor Kita hanya akan memahami arti hadir seorang Guru saat ia sudah tidak berada di tengah-tengah kita. Perasaan itu muncul ketika saya kehilangan mentor dalam hidup saya. Seorang mentor yang pernah membimbing saya sebelum saya dipertemukan dengan Guru Spiritual saya, Bapak Anand Krishna. Jujur, saya tidak bisa mendeskripsikan perasaan kehilangan itu. Hanya orang yang pernah berguru yang mampu memahami perasaan kehilangan semacam itu. Bagi saya, perasaan kehilangan seorang guru, seorang mentor, tidaklah sama dengan perasaan kehilangan anggota keluarga, kerabat, sahabat, bahkan kehilangan kekasih. “Persahabatan Sejati antara Guru dengan Siswa tidak mengandung sedikit p...

Rembulan Wejangan Guru

Gambar
Dalam kehidupan ini, ada sebuah peran dalam yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun yaitu peranan seorang Guru, seorang Master. Saya teringat sebuah pesan dari Guru saya: “When you lose one of your family members, you lose a blood relation. When you lose a friend, you lose someone that you may have been connected to emotionally, mentally or intellectually. But when you lose a master, you lose someone who cares for your soul, your spirit. There can be no greater loss than that.” (Guruji Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya 108) Guru dan Murid “Ketika kau kehilangan seorang anggota keluarga, kau kehilangan seseorang yang memiliki hubungan darah denganmu. Ketika kau kehilangan seorang sahabat, kau kehilangan seseorang yang memiliki hubungan mental denganmu. Tapi ketika kau kehilangan seorang guru, kau kehilangan seseorang yang sangat peduli terhadap ruhmu, jiwamu. Tidak ada kerugian lain yang melebihinya” (Guruji Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya 108). Saya baru meny...