Postingan

Ma Archana, My Inspiration

Gambar
Ma Archana sudah tidak lagi bersama kami pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sebuah rasa kehilangan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, berat, terlalu berat bagi kami semua. Terlebih lagi untuk Guru saya sendiri, yang sudah menunjuk Ma Archana untuk menggantikan beliau, kepergian Ma adalah sebuah mimpi buruk di siang hari. Saya tidak pernah melihat Guru saya sepedih dan sesakit itu. Saya bayangkan jika saya berada pada posisi beliau, seorang Guru kehilangan seorang murid yang sangat diharapkan untuk menjadi penggantinya. Seorang ayah yang ditinggalkan oleh putri kesayangannya, hatinya pasti hancur lebur menjadi kepingan-kepingan kecil. Selama 1 tahun sebelumnya, Ma mengalami kanker yang bermula dari perut beliau. Seiring berjalannya waktu beliau mengalami “malpraktek” dan mengalami serangkaian operasi dan treatment yang sebenarnya tidak diperlukan hingga kemudian merusak otak dan paru-paru beliau. Saya bertemu dengan beliau untuk terakhir kalinya pada bulan Desember 2022 di ...

Kamera Ayah

Gambar
Hari ini, tepat pada minggu keempat di bulan Januari 2014, aku genap berusia 30 tahun. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat bagaikan anak panah. Aku telah mengalami begitu banyak hal dalam 30 tahun terakhir. Masih terbayang begitu lekat sebuah peristiwa yang terjadi setahun silam, peristiwa yang merubah segalanya, mengubah duniaku yang begitu kecil. Kepergian ayah mengubah diriku menjadi sosok pribadi yang begitu tegar dalam menghadapi apapun di dalam hidup ini. Aku dibesarkan di sebuah desa kecil yang bernama Kotaraja di daerah Lombok Timur. Ayahku adalah seorang keturunan bangsawan Sasak yang begitu terkenal di desaku. Ayahku adalah seorang pria sederhana yang begitu terbuka yang begitu bertolak belakang dengan kakekku. Kakek tidak pernah menganggap pendidikan itu penting, oleh karena itu ia tidak mau menyekolahkan anak-anaknya untuk meneruskan pendidikan tinggi padahal sebenarnya beliau mampu untuk melakukannya. Mungkin secara umum, kakekku begitu terpengaruh oleh budaya Sasak y...

Having Life Mentor is a Luxury

Gambar
Having Life Mentor is a Luxury… Memiliki seorang Pemandu Hidup adalah sebuah kemewahan… Hubungan dengan seorang pemandu hidup, pemandu spiritual bukanlah hubungan biasa. Hubungan dengan pemandu hidup melintasi kelahiran dan kematian. Dalam perjalanan kehidupan ini, saya terus mencari. Ada sesuatu yang ingin saya temukan, entah apa. Berjalan dari satu bentuk hubungan ke hubungan berikutnya, saya terus mencari. Awalnya, saya mengenal hubungan keluarga. Sejak kecil, saya begitu dekat dengan pakde, nenek dan kakek, mereka lah yang mengasuh dan membesarkan saya. Bagi saya sebagai anak kecil, mereka adalah dunia saya, segala-galanya bagi saya. Setelah mereka tiada, ada rasa kehilangan yang begitu mendalam, rasa duka yang tidak mudah untuk saya lepaskan. Tetapi sungai kehidupan tidak pernah berhenti, kita harus melanjutkan perjalanan hidup, suka, tak suka, bahagia dan derita, kehidupan terus berlanjut… Setelah beranjak dewasa, saya mengenal hubungan dengan lawan jenis, dengan pria. Aw...

Secercah Pendar Senyum

Gambar
“Caring is not necessary love, though love always care.” “Kepedulian tidak selalu karena cinta, kendati cinta selalu peduli.” (Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya, pp. 144) Cinta bersemayamlah di dalam hati ini Warnai hidupku dengan pengabdian Berikan kesempatan kepada diri ini Tuk selalu melayani panembahMu   Apalah artinya hidup tanpa Cinta Tanpa kepedulian Hidup seperti itu tak bermakna Tak berarti   Cinta Izinkan aku menatap wajahMu Merasakan secercah pendar senyum Pada wajahMu yang berkilau   Cinta Tersenyumlah Jangan palingkan wajah indahMu dariku   Cinta Aku merinduMu Meskipun bertemu Rasa rindu itu masih menderaku tanpa ampun Menyiksa dan merajam hatiku   Cinta Jangan tinggalkan aku TanpaMu Aku takkan pernah ada Hadirku bermakna hanya karena Engkau   Picture courtesy: Javon Swaby (www.pexels.com/photo/person-holding-yellow-black-eyed-susan-flowers-in-bloom-1697912/)

Be my Shiva, Always

Gambar
Gurudev, Mera Koti Pranaam… Sebuah teguran dari Gurudev, saat memposting flyer Expo dan Open House 2024 One Earth School. Untuk tahun ini, Expo bisa dikatakan lebih condong mengikuti program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dari Kurikulum Merdeka. Melihat postingan ini, Guruji mengirimkan teguran kepada kami. Salah saya memang, karena tidak menyertakan approval untuk caption kepada beliau. Langsung main posting begitu mendapat approval untuk flyernya. Tetapi peringatan ini adalah sebuah teguran keras untuk tidak mengikuti hal-hal yang tidak selaras dengan visi misi beliau yaitu One Earth, One Sky, One Humankind . Beliau sudah melangkah jauh ke depan, sudah meninggalkan hal-hal yang “berbau kebangsaan” menuju pada Global Harmony. Ya Guru, terima kasih atas teguranMu, terima kasih atas “surat cintamu”. Semoga kami tidak mengulangi kebodohan ini lagi. Saya bangga dengan visi misiMu pada penerjemahan Vasudhaiva Kutumbakam (One Earth, One Sky, One, Humankind) yang dap...

Simpul Jiwa

Gambar
Wahai Kasih Kuikatkan simpul jiwaku hanya padaMu Mere to Giridhar Gopaala… Tiada satu pun bisa memilikiku Selain Engkau   Sampai di penghujung kehidupan ini Tetaplah hadir di sisiku Wahai Kasih Jangan tinggalkan aku   Kau adalah Tuan dari hatiku TanpaMu Aku hanyalah jasad tak bernyawa   Nafas yang Kau tiupkan Menghidupkanku   Membuatku mengenal siang dan malam Membuatku mengerti Tiada siang tanpa malam Tiada bahagai tanpa sengsara   Duhai Kasih Aku takkan pernah berarti tanpaMu Karena Engkau Aku ada   Kasihku Cintaku Aku milikMu   (Note: Voluntary, i tie my self to You, oh Dear Lord, 4 March 2024) Picture courtesy: Işıl (www.pexels.com/photo/flower-hanging-on-string-17157975/ )

Labirin Duka Derita Part 10: Goodbye Sangram

Gambar
“Kau terbelenggu oleh kebodohanmu sendiri, dan di atas kebodohan itu pula kau membangun relasi-relasi baru. Sebab itu, bangunanmu sudah pasti runtuh dan menelan banyak korban. Dengan tidak mengindahkan peringatan dan meneruskan bangunanmu itu, kau membebani dirimu dengan tanggung jawab atas segala kerusakan dan korban jiwa yang sudah pasti berjatuhan.” (Anand Krishna, The Gospel of Mahamaya 157)   “Auryn, Sangram harus belajar untuk menghargai kehadiran seorang Guru dalam hidupnya. Terbelenggu oleh kebodohannya sendiri, Sangram terikat kepada ibunya. Dia tidak menyadari bahwa seorang Guru seperti Gurudev tidak lahir setiap saat. Para Guru butuh waktu yang begitu panjang untuk bisa lahir di alam benda ini, di dunia ini. “Teacher Medha sangat sedih karena Sangram telah menyia-nyiakan kehadiran Gurudev dalam hidupnya. Dia tidak mau mendengarkan pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Gurudev. Dia tidak mampu menterjemahkan pesan-pesan Gurudev dalam tindakan nyata. Teacher Medh...