Postingan

Vivaha, Parenting, dan Pendidikan Part 5: Setangkai Bunga Kana

Gambar
Dia menghilang seperti ditelan bumi, lenyap tanpa jejak, seperti jejak renang ikan-ikan di dalam air. Kemanakah aku harus mencarinya? Salahkah jika aku menginginkannya? Meskipun dia pernah berkata bahwa dia sudah memutuskan untuk tidak menikahi dalam hidupnya kali ini. Aku hilang arah. Belum pernah kutemukan wanita seperti dia sebelumnya. Tegas, lugas, idealis, berprinsip, cerdas, cantik, menawan dan melakoni spiritual. Kebanyakan klien-klien wanita yang kutemui memiliki kecantikan fisik, tetapi tidak memiliki daya tarik batin, dan dangkal untuk diselami. Dia datang ke tempat praktikku atas rekomendasi salah seorang temannya yang merupakan temanku juga. Dia mengalami cedera kaki karena jatuh dari atas motor dan memerlukan terapi yang intensif untuk bisa berjalan kembali. Saat terapi pertama, dia tidak banyak bicara dan hanya sesekali menyahut jika kutanyakan beberapa pertanyaan terkait kondisinya setelah menjalani terapi. Kesannya biasa, tetapi aku merasakan sesuatu yang tidak bi...

Dear Radha, My Love

Gambar
“Radhaku, cintaku, mulai saat ini, aku akan pergi jauh dan kemungkinan besar tidak akan kembali ke Vrindavan.” “Krishna, jangan pergi. Aku takkan pernah bisa menjalani hidup tanpamu. Aku takkan sanggup jika tak mendengar serunai serulingmu. Aku tahu, jika pergi, kau takkan pernah kembali.” “Kalau begitu, ikutlah bersamaku ke Mathura.” “Tapi…” Krishna hanya tersenyum dan memandang Radha, kemudian berguman dalam hati: “Ya Radha, aku tahu kau tak siap untuk pergi bersamaku. Kau masih memikirkan sapi-sapimu, serta keluarga yang akan kau tinggalkan. Kau berpikir, apa kata tetangga jika kau meninggalkan semua itu demi Krishna?” Krishna berkata: “Baiklah Radha, aku harus berangkat sekarang juga ke Mathura untuk memenuhi undangan Paman Kamsa. Sudah saatnya bagiku untuk membebaskan rakyat Mathura dari tirani Paman Kamsa.” Krishna memandang mata Radha untuk terakhir kalinya dan berkata: “Selamat tinggal Radha.” Sejak saat itu, Krishna menghilang dari pandangan Radha. Sejujurn...

Sahabat Alam Semesta

Gambar
Memiliki jabatan atau kedudukan tidak akan memberikan jaminan kepada kita bahwa kita akan mampu menemukan jati diri.  Memiliki kekasih, pasangan paling hebat, anak, bahkan keluarga pun takkan membuat kita mengenal diri. Memiliki kekayaan melimpah, bergelimang harta, takkan membuat kita mampu menemukan kebenaran hidup, menemukan kebahagiaan sejati. Hanya satu hal yang mampu membantu kita untuk menemukan kebenaran hidup, yaitu disiplin diri. Disiplin membuat kita berupaya tanpa henti. Upaya tanpa henti akan mengundang berkah dari Keberadaan. Keberadaan akan mempertemukan kita dengan seorang Guru. Setelah bertemu Guru, kita harus berupaya lebih keras untuk mengenal diri. Seorang Guru akan menunjukkan jalan dan kita harus tetap berjalan seorang diri. Seorang Guru tidak akan pernah berjalan untuk kita. Seorang Guru tidak akan memanjakan dan menyuapi kita. Hal lain yang juga sangat berharga adalah sebuah persahabatan. Guruji pernah menyampaikan dalam sebuah kesempatan bahwa per...

Vivaha, Parenting, dan Pendidikan Part 4: An Insult to Womanhood

Gambar
Kemarin, pada hari Jumat, 20 September 2024, Guruji kembali hadir dalam live tiktok saat beliau sedang melakukan Sadhana Yatra di India. Beberapa poin menarik yang beliau sampaikan khususnya tentang pertanyaan salah seorang yang mengikuti live tiktok tersebut. Bagaimana sebenarnya tentang konsep kesetaraan gender? Guruji menyampaikan bahwa konsep kesetaraan gender yang digaungkan oleh barat sebenarnya merupakan penghinaan bagi keperempuanan, bagi sebuah aspek feminin. Selama 5.000 tahun terakhir, kaum perempuan ditindas habis-habisan oleh kaum laki-laki, oleh male ego . Kaum laki-laki menyadari bahwa sebenarnya perempuan jauh lebih superior dibandingkan mereka. Maka dari itu, mereka menciptakan konsep kesetaraan gender sehingga kaum perempuan harus memperjuangkan kesetaraan mereka. Dengan memperjuangkan kesetaraan mereka, secara otomatis perempuan akan merendahkan diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka, sehingga bisa dianggap sejajar dengan laki-laki. Perempuan melupakan ket...

Life Starts at 40

Gambar
Orang bilang, “ Life starts at 40 .” Kali ini, ulang tahun saya yang ke-40 memang sesuatu banget. Banyak kejadian-kejadian yang saya alami pada momen tersebut dan sebulan sesudahnya.  Sebuah berkah karena Pemandu Spiritual saya, Guruji Anand Krishna hadir di Bali dari tanggal 22 Mei 2024 – 10 Juni 2024. Momen-momen ini adalah momen yang sangat sibuk bagi para teachers di One Earth School karena sedang proses ujian akhir semester dan menyiapkan raport. Selama Guruji hadir di Bali, kegiatan di Anand Ashram sangat padat, begitu juga dengan tugas-tugas di sekolah. Tidak terbayang bahwa tugas-tugas yang perlu saya selesaikan menjadi dua kali lipat dibanding momen-momen sebelumnya. Tetapi di sisi lain, kehadiran beliau adalah oase tersendiri bagi saya di tengah padatnya kegiatan. Pada hari Sabtu, 1 Juni 2024, saya berulang tahun yang ke-40. Sehari sebelumnya, salah seorang sahabat yang biasa mendokumentasikan kegiatan di Anand Ashram mengatakan bahwa dia bisa menghandle dokumentas...

Vivaha, Parenting, dan Pendidikan Part 3: Kebodohan Suku Beep…

Gambar
Apakah memiliki uang dalam jumlah besar mampu membuat manusia bahagia? Apakah dengan memiliki anak manusia akan bahagia? Apakah perkawinan bisa mendatangkan bahagia?   Daftar pertanyaan di atas bisa ditambahkan sampai dengan nomor urut tidak terhingga. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi, semua hal di atas tidaklah bisa menjamin bahwa manusia bisa menjadi bahagia. Dalam hidup ini, tujuan utama manusia adalah mencari kebahagiaan. Dia berpikir bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal di luar diri, tetapi harapan itu hanya tinggal harapan. Semakin manusia berharap pada keadaan-keadaan di luar diri atau pada seseorang, ia akan selalu diliputi kekecewaan dan duka derita. Dalam kebodohannya, manusia mengejar ilusi, mengejar fatamorgana, ujung-ujungnya dia selalu dilanda rasa kecewa yang tidak berkesudahan. Saatnya berdongeng ria… Alkisah di suatu wilayah yang berada di kaki Gunung Udaya, hiduplah suku Beep… yang sangat terkenal di seantero dunia. Semua mata tertuju...

Ma Archana, My Inspiration

Gambar
Ma Archana sudah tidak lagi bersama kami pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sebuah rasa kehilangan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, berat, terlalu berat bagi kami semua. Terlebih lagi untuk Guru saya sendiri, yang sudah menunjuk Ma Archana untuk menggantikan beliau, kepergian Ma adalah sebuah mimpi buruk di siang hari. Saya tidak pernah melihat Guru saya sepedih dan sesakit itu. Saya bayangkan jika saya berada pada posisi beliau, seorang Guru kehilangan seorang murid yang sangat diharapkan untuk menjadi penggantinya. Seorang ayah yang ditinggalkan oleh putri kesayangannya, hatinya pasti hancur lebur menjadi kepingan-kepingan kecil. Selama 1 tahun sebelumnya, Ma mengalami kanker yang bermula dari perut beliau. Seiring berjalannya waktu beliau mengalami “malpraktek” dan mengalami serangkaian operasi dan treatment yang sebenarnya tidak diperlukan hingga kemudian merusak otak dan paru-paru beliau. Saya bertemu dengan beliau untuk terakhir kalinya pada bulan Desember 2022 di ...