Postingan

Penantian Tak Bertepi

Gambar
Kasih Kau pernah bertutur Jika tak mau menderita Jangan pernah bertransaksi Dengan mata uang yang bernama Cinta   Tetapi Kau telah menyemai benih Cinta Di dalam sanubari ini   Benih itu Telah tumbuh dan bertunas Menjadi tanaman yang berbunga lebat   Bunga-bunga Cinta itu Bermekaran dan bersemi Menebarkan aroma kasih   Kala bunga Cinta itu bertaburan Kau pergi Menghilang dari pandangan mataku   Yang tersisa hanyalah rindu Membuncah dan menggelora Hatiku remuk redam   Mata ini rindu Tuk bisa menatap wajah indahMu   Telinga ini rindu Berharap bisa mendengar serunai serulingMu   Setelah Kau pergi Yang tersisa hanyalah derita tak bertepi   Sementara Di seberang sana Kau tertawa Berkata:   “Bukankah sudah kukatakan sejak awal padamu Jangan pernah bertransaksi Dengan mata uang Yang Bernama Cinta”   “Kau akan hancur lebur karena rindu Kau akan berduk...

Seribu Kata dari Matamu

Gambar
Saat mata beradu pandang Hati bergetar merdu Tiada kata yang terucap Seribu kata membuncah dari tatapanmu   Matamu indah Tajam nan lembut Membelai rasa   Hati ini Hanya ada satu Hati yang satu itu Telah kuberikan pada Sang Maha Kasih   Tatapan lembut penuh makna itu Kukembalikan pada Sang Maha Kasih Kepada Sang Guru Sang Penggenggam Hati ini (Sanur, 20 September 2025)  

A Thousand Words of Your Eyes

Gambar
When two eyes meet The heart trembles Not a single word utters The eyes speak a thousand words in its silence   Your eyes, radiant Sharp and serene Touch the heart   This only heart Has been given to the Lord of the Heart To my Guru, my only Master   That gentle beautiful gazes of yours Has been returned to the Lord of the Heart To the Master, to my Guru The Lord of my heart (Sanur, September 20, 2025)

Melodi CintaMu

Gambar
Saat rindu menggelora Perih tak tertahankan Hati merintih Mengingat kenangan yang tertoreh Di relung yang terdalam   Saat rindu menghujam sukma Merajam jiwa Menyayat hati Dengan belati cinta yang begitu tajam   Cinta Apa artinya diri ini tanpaMu?   Kau hadir seperti gumpalan awan Yang datang dalam sekejap Kemudian berlalu bersama tiupan angin   Nyatakan semua ini? Nyatakah pertemuan indah kita? Nyatakah semua melodi cinta yang pernah kau lantunkan? Dengan serunai serulingMu Dengan buncahan tawaMu Dengan gelora amarahMu Saat aku terbutakan dan terjerumus ilusi dunia   Semua kenangan tentangMu seperti mimpi indah Yang tak pernah ingin kuakhiri   Tiada sepatah pun kata Yang bisa mewakili rasa Yang Kau hadirkan untuk diri ini   Aku larut Luruh Dalam dekapMu   Aku terpana Saat tatapan indahMu Membelai jiwa ini Dengan Cahaya KasihMu   Cinta Bawa daku kembali Ke ...

Holistic Health Series Part 2: The Importance of Workout

Gambar
“Hendaknya seseorang berusaha untuk membangkitkan dan menyelamatkan diri dengan upaya sendiri dan tidak membiarkan diri   terjerumuskan oleh ulah sendiri. Sesungguhnya, ‘diri’-mu adalah kawan dan lawanmu sendiri.” (Anand Krishna, Bhagavad Gita 6:5) Tepat seminggu sebelum pembagian rapor semester lalu, seorang sahabat berdiskusi dengan saya tentang pentingnya workout terutama latihan beban setelah berumur di atas 40 tahun. Sahabat tersebut juga menyampaikan bahwa salah seorang aktor di Indonesia mengalami kecelakaan dan saraf tulang punggung mengalami kerusakan secara permanen. Secara teori actor tersebut seharusnya tidak bisa berdiri lagi, tetapi nyatanya masih bisa berdiri dan berjalan karena dia melatih otot-otot punggungnya. Kisah lain yang dia sampaikan adalah cerita tentang seorang nenek berusia 90 tahun asal Amerika yang memenangkan kejuaraan lari marathon. Dua kisah yang disampakan oleh sahabat tersebut sangat “ mind blowing ”, mencengangkan. Kok bisa? Selama ini saya...

100 Hari TanpaMu

Gambar
  Hari ini tepat 100 hari Kau mahasamadhi* Mata ini rindu Tuk bisa menatapMu, Guru Dalam darah dan daging   Sekelebat kupu-kupu besar Gagah, hitam perkasa Melayang di balik rindang pepohonan Dan berkata: “Akupun merindumu”   Air mata mengalir Tawa tangis membaur Dalam balutan rindu tak tertahan   Hari itu Kau menyatukan kami Dalam balutan kasih Yang membuncah dalam ingatan   Tentang cinta Tentang rindu Tentang janji manis   Kasih Kan kutepati janji padamu Tuk senantiasa berada di dekatmu   Maafkan aku Atas sebuah permintaan Yang memisahkan kita untuk sesaat   Tetapi yakinlah Cinta jua yang kan menyatukan kita Dalam keabadian Seperti Parvati dan Shiva   Your Love Ayudia Asmita   (Ubud, 17 Mei 2025) Note: mahasamadhi*: the act of consciously and intentionally leaving one's body at the moment of death. Picture courtesy: kr.pinterest.com/pin/90261995031507188...

Memaknai Sebuah Teguran

Gambar
Ketika kita ditegur, apa hal paling umum yang biasa kita lakukan? Berdalih dan berkelit, bahwa saya tidak salah. Atau semua itu bukan salah saya, yang salah adalah orang lain. Atau belajar untuk diam sejenak dan berani berkata: “Baik, saya salah dan kesalahan itu akan saya perbaiki.” Rata-rata dari kita akan berkelit, berdalih, dan bila perlu menyalahkan orang lain atas kelemahan dan kesalahan kita. Adalah hal yang “normal” dan “wajar”, jika saat ditegur, kita merasa malu atau dipermalukan. Maka kecenderungan dari kita bereaksi dengan berkelit dan bahkan menyalahkan situasi serta orang lain. Tetapi pernahkah kita bertanya: “Apa maksud teguran dari seorang Guru?” Guru yang saya maksud di sini adalah sosok Guru Spiritual, Ia yang memandu perjalanan jiwa kita. “Apa tujuan seorang Guru menegur kita?” Sesungguhnya seorang Guru tidak memiliki kepentingan pribadi, tidak ada agenda terselubung. Satu-satunya tujuan dari teguran seorang Guru adalah untuk mempercepat evolusi jiwa kita, ...

Cinta dan Kekuasaan

Gambar
Jika kau sungguh mencinta Cintailah Jangan mengharapkan pamrih dari cinta   Cinta dan kekuasaan tidak bisa jalan bersama Mereka yang ingin menguasai Sungguh belum bersentuhan dengan cinta Belum mengenal cinta Nafsu masih membara Nafsu untuk menguasai Nafsu untuk menjajah Nafsu untuk memperoleh pengakuan Nafsu untuk meraih ketenaran   Jangan sebut dirimu seorang pecinta Jika hatimu masih dipenuh nafsu Jika kau belum menaklukkan dirimu   Mereka yang sungguh mencintai Takkan pernah ingin menguasai   Kekuasaan mereka Ada pada diri sendiri Mereka telah menguasai diri Melampaui keinginan Tuk menjadi tenar dan mendapatkan pengakuan   Mereka yang masih dikuasai nafsu Takkan pernah bisa melayani Belum bisa disebut pelayan sejati   (Renungan Nyepi, 2 April 2025)

Pemimpin, Seorang Berjiwa Pelayan

Gambar
Guru selalu mengingatkan tentang makna dari seorang pemimpin sejati yaitu ia yang berjiwa pelayan. Apa ciri-ciri seorang pelayan? Mereka adalah orang-orang yang mampu mengorbankan kepentingan pribadi, keluarga, golongan sendiri dan mengabdikan dirinya demi kepentingan masyarakat luas. Pemimpin tidaklah sama dengan seorang boss. Ia yang hanya bisa memerintah saja, tidak memiliki kemampuan untuk mengayomi dan menjadi contoh yang baik. Banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin, bukan dengan tujuan untuk melayani, tetapi hanya untuk tujuan-tujuan picisan, memenuhi ambisi pribadi dan ego semata. Tidak, orang-orang seperti itu tidaklah akan pernah mampu menjadi teladan, tidak akan mampu melayani, ego mereka terlalu tinggi untuk menundukkan kepala di hadapan orang lain. Kita menemukan para boss seperti itu di setiap tikungan jalan, di setiap organisasi di dunia ini. Jika diperhatikan sekilas, orang-orang seperti ini bisa menipu, mereka terlihat saleh, santun, dan sebagainya. Te...